Beranda > motor > Panduan Jarak Aman Berkendara

Panduan Jarak Aman Berkendara

Agustus 30, 2011

Panduan Aman Berkendara Sepeda MotorKecepatan dan Jarak Henti

Bila pengendara sepeda motor ingin menghentikan kendaraannya, pengendara menarik atau menginjak pedal rem. Tapi kendaraan pastinya tidak akan langsung berhenti namun butuh jarak lebih jauh dari titik pengendara tadi mengerem. Jarak ini disebut jarak berhenti. Jarak berhenti artinya jarak yang dibutuhkan kendaraan untuk berhenti total.

Rumus: Empty distance + Braking distance—.

Empty Distance
Empty Distance adalah jarak saat dimana pengendara menyadari harus mengerem. Kalau diumpamakan sebagai waktu, maka empty distance berkisaran 1 detik.

Braking Distance
Braking Distance adalah jarak yang dibutuhkan kendaraan untuk berhenti total mulai dari pengendara mengoperasikan rem. Bila kecepatan kendaraan semakin cepat, braking distance akan semakin panjang.
Berarti waktu yang dibutuhkan kendaraan untuk berhenti akan semakin lama. Selain itu braking distance juga tergantung pada kondisi permukaan jalan. Oleh karena itu pada kondisi jalan licin atau berpasir pengendara diharap mengurangi kecepatan dan lebih berhati-hati.

Jarak Berhenti

Jaga jarak kendaraan anda dengan kendaraan di depan

Kondisi jalan
Jarak Ideal
Contoh
Permukaan jalan kering
0.5 x angka speedometer
100 km/jam = 50 m
Permukaan jalan menurun
1.5 x 0.5 x angka speedometer
100 km/jam = 75 m


Jarak Berhenti

Jenis Rem Sepeda Motor

Disc Brake
Pada umumnya digunakan di bagian roda depan. Di dalam struktur disc brake terdapat disc pad. Disc pad mendapat tekanan dari caliper yang terdorong karena tekanan minyak rem. Akibat tekanan ini, disc pad bergesekan denga piringan rem.

Drum Brake
Berada pada bagian roda depan atau belakang. Di dalamnya terdapat brake shoe yang akan menekan dinding drum brake bila pengendara menarik tuas rem. Tekanan pada dinding menghasilkan gaya gesek sehingga kecepatan sepeda motor berkurang.

Kecepatan dan Daya Tubruk
Semakin tinggi kecepatan, semakin besar daya tubruk yang akan diterima. Ilustrasi di bawah bisa dijadikan patokan untuk memahami hubungan kecepatan dan daya tubruk.

Ilustrasi :
Tabel di bawah menggambarkan daya tubruk pada kecepatan:
– 60 km/jam = jatuh dari gedung lantai 5
– 70 km/jam = jatuh dari gedung lantai 7
– 90 km/jam = jatuh dari gedung lantai 10

http : suzuki.co.id
Iklan
Kategori:motor
%d blogger menyukai ini: