Beranda > Al Qur'an > Bermata Tapi Tak Melihat

Bermata Tapi Tak Melihat

Mengapa orang dapat memahami Al Qur’an, tetapi tidak mampu membuat Al Qur’an itu menembus masuk ke dalam sanubarinya.

Allah swt telah berfirman :
“ Sesungguhnya Al Qur’an ini member petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus. “ QS. Al-Israa’ (17):9

“ Kitab Al Qur’an ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa. “ Al-Baqarah (2):2

“ Al Qur’an ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini. ” Al-Jaatsiyah (45):20

“ Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah swt, niscaya Dia akan memberikan kepadamu ketajaman penglihatan.” Al- Anfal (8):29

Dari  ayat-ayat diatas, jelas sekali dikatakan bahwa Al Qur’an itu hanya bermanfaat bagi orang yang bertakwa. Artinya, hanya orang yang bertakwa sajalah yang dapat menjadikan Al Qur’an itu sebagai pedoman pedoman hidup yang bermanfaat dalam mencapai kebahagiaan.
Keadaan ini dapat diibaratkan dengan cahaya.  Tentu tidak ada yang dapat membantah bahwa cahaya itu sangat diperlukan oleh manusia. Tetapi tidak semua manusia dapat memanfaatkan cahaya bagi kehidupannya. Hanya orang yang melihat saja yang dapat memanfaatkan cahaya.

Dengan demikian menjadi jelas bagi kita, bila kita sering melanggar aturan main-Nya (sebagai lawannya sikap bertaqwa) maka kita tidak akan mungkin dapat mengambil manfaat dari Al Qur’an secara optimal, kita hanya dapat memahami Al Qur’an tetapi tidak bisa menancapkannya dalam hati sanubari menjadi keyakinan yang haqqul yakin. Keadaan ini ibarat kata pepatah “bermata tapi tidak melihat”
Inilah bahaya terbesar dari sikap yang melanggar aturan main-Nya.

“ Apa yang telah mereka kerjakan itu menjadi karat bagi hati mereka “ Al-Muthaffifiin (83):14
“ Hati manusia pertama kalinya adalah seperti cermin, bersih dan cemerlang. Ketika ia berbuat dosa, satu binti hitam muncul, dan semakin banyak ia berbuat dosa, semakin banyak bintik hitam, sampai seluruh hati menjadi hitam, dan tak ada satu pagi atau satu malam pun yang berlalu tanpa dosa terhadap Tuhan “ Hadits Rasulullah saw.

“ Sesungguhnya beruntunglah orang yang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya ” QS Asy-syams (91):9-10

Semua orang dapat mempelajari Al Qur’an, tetapi tidak semua orang mampu memanfaatkan Al Qur’an

Tomorrow is ghoib, may be next day never come, and you is dead

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. Mei 19, 2011 pukul 1:02 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: